oleh

Aneh ! Palestina Diserang Israel, Kok Posisi Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel Dicopot ?

Gorontalo, (PN) — Kursi Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel disoroti terkait penyerangan Israel ke Palestina. Tudingan tersebut dialamatkan terkait dengan posisi RG sebagai pimpinan DPR, yang tak jelas sikapnya terhadap Palestina.

Menanggapi tudingan miring melalui media  tersebut, Mikson Yapanto menilai pihak  yang atasnamakan rakyat  tak memhami kondisi bernegara, sebab pemerintah Indonesia sudah jelas sikapnya, yang mengutuk serangan Israel ke Palestina yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Lihat Juga  61 Tim Siswa se Gorontalo Saling Adu Kemampuan Matematika di UNG

Adapun Rachmat Gobel dalam sikapnya bernegara tentu tak mungkin berbeda pendapat dengan Presiden Jokowi.  DPR prinsipnya mengikuti sikap kepala negara. Lagian tak mungkin lembaga legislatif mengambil posisi dan berbeda dengan pemerintah.

Selain itu, kata Mikson, posisi RG adalah Wakil Ketua DPR yang membidangi pembangunan dan industri, adalah bukan ranahnya mengambil posisi Wakil Ketua DPR Aziz Samsudin yang membidangi Polhukam.

Lihat Juga  FIP Beri Apresiasi dan Penghargaan Bagi Guru Berprestasi dan Berdedikasi

“Itu ranahnya Wakil Ketua DPR Bid Polhukam Azis, dan sudah ada komisi yang membidangi itu,” jawab Mikson Yapanto, staff khsus RG, mengkalirifikasi melalui WA.

Adapun pihak-pihak yang coba bermain di air keruh isu Palestina ke persoalan politik nasional terlalu berlebihan, dan berpandangan sempit. Karena itu merupakan persoalan kemanusiaan murni yang semua negara mengecam dan mengutuk, termasuk Indonesia sudah diutarakan oleh Presiden.

Lihat Juga  Pemda Boalemo Mengajukan Tiga Ranperda ke DPRD

“Ini so tau ini yang buat, sama dengan berita lalu itu-itu  orangnya,  dan yang jelas orang sakit hati, merasa terganggu dan lawan politik. Jadi stetment murahan dan asbun tidak berkwalitas,” kata Mikson geram.

Lanjutnya,”Itulah akibatnya orang berkomentar tak paham bernegara, sehingga bicaranya ngelantur, DPR-RI itu  ada tata tertib yang mengatur,  bukan seruduk sana, seruduk sini, untuk tujuan politik,” pungkasnya.(PN)

Komentar

News Feed