oleh

21 Tahun Berdiri, Siapa Deklarator Sejati Dalam Sejarah Perjuangan Pembentukan Provinsi Gorontalo?

GORONTALO, (PN) — Setelah Rakyat Gorontalo memperingati hari ulang tahun Provinsi yang ke 21 tahun, 5 Desember 2000 – 5 Desember 2021. Inilah yang patut di hargai dan di hormati seluruh perjuangan rakyat Gorontalo.

Hal ini terlihat baik, daerah Gorontalo maupun rakyat Gorontalo di perantauan. Lalu bagaimana pasca terbentuknya provinsi dalam Perspektif Gorontalo?

Dalam Forum Diskusi Publik yang diselenggerakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Sultan Amai Gorontalo ini, bersama para narasumber yaitu, Ketua Presnas Azan Piola. SH, Ir. Hi. Hamid Dude, Drs. Adrian Lahai, Drs. Nasir Tongkodu, Dr. Lukman Laliyo, dan selaku pendamping, Dr. Lilan Dama (UNG), Dr. Razak Umar (IAIN) serta mahasiswa IAIN. Kamis (09/11)

Lihat Juga  Walikota Marten Taha Sambut Kedatangan Pj. Gubernur di Gorontalo

Di dalam Forum diskusi ini, terkait Suara Kampus, Siapa deklarator sejati di dalam pembentukan Provinsi Gorontalo dan kilas balik sejarah perjuangan Gorontalo.

Ketua Presedium Nasional (Presnas), Azan Piola mengakatan bahwa inti dari perjuangan itu telah lahir di massa orde baru. Menurutnya, suara-suara mahasiswa dan para tokoh-tokoh untuk bagaimana Gorontalo sejalan itu sudah dimulai. Namun karena kondisi saat itu belum memungkinkan, dimana peran demokrasi dan reformasi belum berputar.

“Dalam tunjangan itu baru secara personal atau dalam kelompok yang belum terbuka dan di suarakan di rakyat Gorontalo, dan pada reformasi pada saat itu sudah di buka, maka momentum itu di gunakan oleh mahasiswa dan seluruh organisasi untuk menyuarakan secara berdemo dalam menyampaikan aspirasi keinginan terhadap rakyat Gorontalo untuk memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara,”ucap Azan

Lihat Juga  Meski Gagal Pertahankan Gelar Juara, Waketum PBSI Apresiasi Semangat Atlet

Tentunya hal ini banyak alasan kenapa Gorontalo harus berpisah? Menurut Azan, memang Gorontalo pada saat itu di jajah dari seluruh sektor. “Ekonomi, terkait birokrasi tidak diberi kesempatan, dari sisi anggaranpun, kebijakan dan keterpihakan, maka terjadilah diskriminalisasi terhadap kelompok masyarakat yang dinamakan Gorontalo pada saat itu baru 1 Kabupaten dan 1 Kota. Maka semangat inilah yang kemudian memuncak,”terangnya

Selanjutnya, terkait Siapa Deklarator Sejati? Diketahui dalam sebuah Buku yang di tuliskan oleh Hardi Nurdin dengan Judul ‘Sang Deklarator’ Nelson Pomalingo dalam sepenggal sejarah pembentukan provinsi Gorontalo. “Ketika ada seseorang melakukan dan menulis sebuah buku yang di mana hanya pemahaman dia secara pribadi dan tidak cukup data atau fakta dan kemudian dia tulis pada saat itu. Menurut saya sejarah itu terpotong,”jelas Ketua Presnas

Lihat Juga  Rektor UNG: Syarat Akreditasi Unggul Segera Dipenuhi

Oleh karena itu, di momentum inilah melalui Presnas, tambah Ketua Presnas, akan mengumpul data-data di seluruh aspek. “Itu kita himpun, kemudian itu akan menjadi sebuah tulisan atau buku yang dilahirkan oleh Presnas dan di mana sejarah fakta-fakta itu terungkap dengan benar,”

“Sehingga, siapa deklarator yang berjuang dengan bersungguh-sungguh, yang tidak harus ada unsur politik di dalamnya, itulah yang menjadi deklarator,”pungkas Ketua Azan Piola. (IH)

Komentar