oleh

Usia 12-17 Tahun Sudah Bisa Divaksin, Marten Minta Siswa Jangan Percaya Berita Hoaks

KOTA GORONTALO, (PN) — Siswa SMP usia 12 sampai 17 tahun sudah bisa divaksin. Karena ini adalah salah satu persyaratan untuk membuka pembelajaran tatap muka nanti.

Hal itu di sampaikan Walikota Gorontalo Marten Taha pada saat kunjungan di TVS SMK Negeri 1 Gorontalo. Senin (06/09)

“Itu persyaratannya guru-guru, para siswa, pegawai-pegawai, komite sekolah, dan juga para orang tua siswa minimal 85% sudah divaksin minimal dosis pertama,”

“Nah memang saat ini banyak berita-berita hoaks banyak informasi-informasi yang menyesatkan yang mampu ditangkap begitu saja oleh smua orang terutama anak-anak siswa,”ungkap Marten

Anak-anak siswa ini juga, Marten menjelaskan harus diarahkan untuk mencari informasi yang benar. Misalnya kepada dinas kesehatan, puskesmas, dokter dan rumah sakit sebagai tempat informasi. “Karena tidak mungkin kebijakan pemerintah menyusahkan rakyat. Apalagi mencelakakan rakyat,”tutur Marten

Lihat Juga  Lahirkan Inovasi di Masa Pandemi, Walikota Gorontalo Marten Jadi Pembicara di TV Nasional

Apa yang menjadi harapan pemerintah kota Gorontalo dengan adanya vaksinasi ini, kata Marten, akan terbentuk yang disebut dengan herd immunity. Kekebalan kelompok ini penting. Karena untuk menciptakan satu kondisi dimna kelompok masyarakat itu tidak mudah tertular penularannya makin terbatas.

“Karena masing-masing kita sudah punya kekebalan didalam tubuh imunitas kita makin tinggi. Sehingga terbentuk kekebalan kelompok itu tidak mudah terkena virus,”jelasnya

Oleh karena itu, Walikota Gorontalo ini menambahkan untuk mengatasi berita-berita hoaks seperti itu harus dibutuhkan peran dari pada media.

“Pemerintah kota tentunya berharap kepada media massa untuk menginformasikan hal-hal yang positif dan memberitakan kepada masyarakat bahwa hal seperti itu tidaklah benar,”

Lihat Juga  Peraih Medali PON, Marten Taha: Patut Diberikan Reward

“Masih banyak juga dari orang tua yang masih khawatir dan ragu-ragu. Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi apa2 usai divaksin,”pungkasnya.(IH)

Komentar